Ingin pergi…lari…menghilang…ato enyah saja….
bukankah saat lahir manusia sendiri saat meninggalpun sendiri,
lalu apa gunanya bersama dengan orang-orang yang kita tak tahu mereka tulus atau tidak…
biar saja disebut pengecut, biar saja disebut pemarah, biar saja disebut pendemdam
toh, tak ada lagi yang mengharapkan kehadiran kita…
untuk apa mengemis-ngemis perhatian, mengemis-ngemis kepedulian…
toh semuanya tak ada artinya…
yang ada hanya rasa sesak di dada tiap kali mengingatnya…
yang ada hanya rasa sakit hati….
tak ada yang berusaha mengerti….
tak ada yang berusaha memahami…
hanya berusaha mengatasi segalanya sendiri…
sendiri menghadapi diri yang tak ada arti…
sendiri menghadapi kebingungan, ketakutan dan kecemasan yang tak ada ujungnya…
sampai kapan harus bertahan?
untuk alasan apa tetap bertahan?
untuk siapa tetap bertahan?
bukankah saat lahir manusia sendiri saat meninggalpun sendiri,
lalu apa gunanya bersama dengan orang-orang yang kita tak tahu mereka tulus atau tidak…
biar saja disebut pengecut, biar saja disebut pemarah, biar saja disebut pendemdam
toh, tak ada lagi yang mengharapkan kehadiran kita…
untuk apa mengemis-ngemis perhatian, mengemis-ngemis kepedulian…
toh semuanya tak ada artinya…
yang ada hanya rasa sesak di dada tiap kali mengingatnya…
yang ada hanya rasa sakit hati….
tak ada yang berusaha mengerti….
tak ada yang berusaha memahami…
hanya berusaha mengatasi segalanya sendiri…
sendiri menghadapi diri yang tak ada arti…
sendiri menghadapi kebingungan, ketakutan dan kecemasan yang tak ada ujungnya…
sampai kapan harus bertahan?
untuk alasan apa tetap bertahan?
untuk siapa tetap bertahan?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar