Translate

Minggu, 24 Juni 2012

Menanti Sang Kupu-Kupu



Suatu ketika…
Saat hatimu lelah dengan keadaan yang adaIngatlah saat Tuhan tdak pernah lelah menemanimu
Bahwa Dia akan selalu bersaa orang-orang yang sabarTiada pernah memberimu sesuatu di luar kemampuanmu
Maka nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan?Maka tetaplah tegar melangkah dalam kesabaran
Seperti Maha Penyayang dan Pengasihnya Allah padamuYang tiada lelah mengampuni hambaNYA yang berbuat khilaf dan dosa

Pagi ini baru kusadari bahwa sudah hampir sebulan ini aku tidak mengerjakan kewajibanku untuk menyelesaikan skripsiku. Bukan karena aku malas atau apa namun menurutku bulan ini adalah bulan kesehatan. Di bulan lahirku ini aku harus selalu sehat dan membahagiakan diri bukan dengan memanjakan diri melainkan dengan memberikan kesempatan bagi otak dan tubuhku untuk beristirahat sejenak. Istirahat dari segala rutinitas yang membuat mereka selama 22 tahun meronta karena terlalu aku paksa untuk bekerja tak kena lelah. Hampir setahun yang lalu aku mulai menyadari ada yang salah dalam hidupku. Dulu memang aku selalu berusaha untuk melakukan apapun secara sempurna menurut batasan manusia tentunya karena  hakikat kesempurnaan itu  hanya milik Allah, mengoptimalkan segala potensiku sebagai bentuk pengaktualisasian diri karena aku tak mau di kenal orang karena latar belakang keluargaku, aku ingin mereka mengetahui aku karena diriku sendiri terdengar agak egois dan ambisius namun memang itulah yang terjadi. Sejak kecil aku tak pernah merasa seperti teman-teman yang lain hanya karena latar belakang keluargaku dan ‘dendam’ itu pulalah yang menghantuiku sampai saat ini rasa belum ikhlas menerima nikmat yang Allah berikan kepada keluarga kami, meskipun sekarang aku pun telah tersadar bahwa ternyata ada hikmah indah di setiap kejadian yang aku alami, sekarang bukan lagi menuntut karena perbedaan yang aku alami sejak kecil melainkan rasa syukur yang tak terhingga karena Allah menitipkanku di keluarga yang hebat.
Sejak kecil memang aku lah yang paling rentan terkena beberapa penyakit meskipun bukan penyakit yang kronis namun pola hidupku yang kurang sehat telah membuat daya tahan tubuhku menjadi semakin lemah dan mudah terserang penyakit. Hampir tiap bulan sejak aku sakit yang cukup kronis karena telah membuatku jatuh sampai ke titik nol dalam hidupku yaitu akhir tahun 2011, Aku harus benar-benar merangkak untuk memperbaiki lagi keadaan karena kebodohan-kebodohanku sejak sakit, tak mudah memang untuk membangkitkan lagi semangat hidup yang entah lenyap kemana, bahkan selama hampir 3 bulan aku memutuskan komunikasi dengan siapapun, keberanian untuk menatap wajah orang-orang yang aku sayang pun seakan-akan benar-benar sirna, saat banyak orang tetap berusaha untuk membantuku melewati masa-masa sulit justru aku lah yang meninggalkan mereka dan terpuruk dengan segala permasalahan yang aku sendiri enggan untuk memperbaiki segalanya.
Kini, puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan lagi kesempatan bagiku untuk memperbaiki hidupku. Banyak hikmah yang aku dapatkan selama masa-masa ‘kegelapanku’ mungkin seperti ulat buruk rupa yang akan bermetamorfosis menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dia memang harus melewati masa menjadi kepompong yang dengan sabar menanti saat yang tepat untuk berubah menjadi kupu-kupu. Saat inilah masa kepompong itu, saat dimana aku belajar banyak hal dalam hidup ini. Belajar akan kehidupan yang sesungguhnya. Semoga Allah memperkenankanku untuk bisa menjadi kupu-kupu yang cantik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar